Inspirasi Wirausaha Muslim

Di blog ini, penulis mengajak sesama Muslim untuk saling berbagi, menginspirasi dan menyemangati dalam meraih cita-cita terutama di bidang wirausaha membangun perekonomian yang sesuai dengan syariat.
Menu
Go! Muslimpreneur

Mencari Peluang Penghasilan Tambahan untuk Ibu Rumah Tangga

Selalu suka foto ini, foto yang diambil tahun 2010

Pertama membuat blog ini adalah saat di mana saya memulai pengabdian saya sebagai seorang pengajar mata kuliah Entrepreneurship di sebuah PTS di Kota Kembang. Kampus tempat saya mengajar memang tidak besar, tapi pengalaman mengajar di sana tidak akan pernah saya lupakan. Setelah menikah saya merasakan betapa mungkin kesempatan mengajar seperti dulu tidak lagi mudah saya dapatkan.

Seperti saya ceritakan di setiap tulisan saya, semenjak menikah fokus saya adalah membantu usaha suami. Terutama untuk masalah pengelolaan keuangan dan administrasi. Perlahan-lahan saya mencoba juga untuk ambil bagian di bidang marketingnya.

Dari awal pernikahan sampai sekarang masuk usia pernikahan yang ke-3 masih sama, hanya saja dulu memang saya lebih concern untuk urusan keseharian perusahaan. Sementara sekarang, lebih ringan karena sudah lebih banyak yang membantu. Selain itu, sekarang saya tengah mempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Setelah tahun-tahun penantian, saya bersyukur diberi kepercayaan yang besar untuk mengandung, melahirkan dan mendidik anak dari rahim saya sendiri.

Dalam 2 tahun ke belakang, sebagai sampingan, saya mengelola toko online di bidang herbal dan juga sebuah blog sederhana yang menawarkan jasa umroh backpacker itikaf Ramadhan. Untuk toko online herbalnya terpaksa saya tutup karena sudah sepi pengunjung. Saya berjuang membuat toko itu. Dari yang tidak mengerti apa-apa tentang membuat website, sampai akhirnya bisa memodifikasi sedikit-sedikit. Sementara blog umroh backpackernya masih saya close, sampai nanti ada event lagi insyaAllah.

Hufft, bisa dibilang saya sedang mengalami yang namanya gulung tikar. Lesu....

Tapi saya bersyukur, memiliki blog ini. Setiap hari ada saja yang berkunjung. Beberapa di antaranya ada juga yang memberi komentar di artikel yang saya posting. Mereka, para sahabat maya ini menjadi penghibur dan juga penyemangat bagi saya.

Saat masih kuliah saya memiliki impian untuk meneruskan studi saya sampai menjadi guru besar di bidang Manajemen. Ketika mendapat amanah mengajar bidang Entrepreneurship di PTS, saya terus menyusun strategi agar dapat melanjutkan studi dan memperdalam ilmu Manajemen. Tapi ketika sudah menikah, saya harus mengutamakan hal lain. Bukan berarti impian melanjutkan studi itu sirna, masih tetap hidup, tapi mungkin ketika kesempatan itu datang, saya ingin memprioritaskan bidang ilmu agama, agar saya bisa mendidik anak-anak saya dengan sempurna.

Blog ini tetap akan saya hidupkan, walaupun amat jarang saya menulis di sini. Karena pada dasarnya saya menyukai dunia bisnis.

Saya iri melihat ibu-ibu rumah tangga yang belakangan ini ramai berjualan aneka macam kebutuhan sehari-hari di media sosial. Sebut saja di facebook dan komunitas Blackberry. Mulai dari pakaian (pakaian muslimah, pakaian anak-anak juga pakaian dalam dan lingerie), perlengkapan bayi sampai pada snack alias makanan ringan ada semua yang menjual. Mereka semua tampil profesional. Saya tidak bisa seperti itu. Lantaran kemarin ketika memutuskan membuka toko online pun saya hanya menjual apa yang suami saya jual, jadi tidak punya modal untuk menjual barang-barang lain.

Tapi semua itu tidak lantas membuat saya bersedih, sekarang saya akan sedikit berbagi tentang kegiatan usaha yang bisa menjadi alternatif sebagai lahan sampingan bagi ibu rumah tangga yang tidak punya banyak kesempatan untuk memasarkan barang/jasa.  Sederhana saja, yaitu dengan ber-investasi.

Langkah awal saya dalam memulai kegiatan investasi adalah dengan menggabungkan sedikit dana yang saya miliki pada usaha yang dikelola oleh ibu saya. Toko kecil saja, tapi omzetnya alhamdulillah mengalir terus. Setelah itu saya mencoba keberuntungan dengan me-reseller madu. Saya hanya membeli, untuk urusan menjual saya serahkan pada orang lain.

Sekarang suami saya melakukan trading forex dan emas sebagai usaha sampingan. Lumayan juga hasilnya. Saya berpikir untuk melakukan hal yang sama. Tapi rasanya belum bisa mengejar dana awal untuk membuka akun sendiri. Mungkin untuk sementara saya nebeng dulu di akun suami. Jadi profitnya nanti bisa dibagi.

Nah, itu di antara kegiatan usaha yang bisa jadi pilihan ibu rumah tangga. Selebihnya bisa fokuskan waktu, tenaga dan pikiran untuk benar-benar mengurus suami dan anak-anak. :)


* Terimakasih untuk para sahabat blogger dan pengguna internet yang sudah bersedia mampir ke blog sederhana ini. Membaca artikel dan juga memberi komentar.  

Selalu suka foto ini, foto yang diambil tahun 2010 Pertama membuat blog ini adalah saat di mana saya memulai pengabdian saya sebagai ...
Haryani Qonita Abidatullah Rabu, 18 Desember 2013
Go! Muslimpreneur

Menghadapi Kegagalan




Latar belakang saya adalah sarjana ekonomi di bidang Manajemen. Konsentrasi yang saya ambil saat menyusun skripsi adalah Manajemen Keuangan.  Pertimbangan saya memilih konsenstasi keuangan bukanlah karena keinginan mendalami ilmunya, tapi lebih karena saat itu yang memilih konsentrasi tersebut hanya satu-dua orang saja, sehingga saya merasa tertantang untuk menyajikan sesuatu yang berbeda.


Kecenderungan saya dalam memilih bidang keilmuan muncul justru ketika saya sudah menamatkan studi saya. Saya diberi kesempatan mengajar dan saya memilih untuk mengambil bidang Manajemen Kewirausahaan. Saya tidak menyadarinya, ternyata saya sangat menyukai ilmu ini, padahal ketika kuliah saya sempat mencoba langsung menuangkan ide berbisnis kecil-kecilan dengan kedua orang teman saya. Hanya berjualan kerudung, buku dan makanan ringan.

Walaupun bakat berdagang saya biasa-biasa saja, saya mencoba untuk tetap percaya diri. Berwirausaha yang saya lakukan sejak dulu baru tahap berdagang kecil-kecilan. Sampai saya menikah, saya tetap membangun impian saya berwirausaha. Tapi via online. Dan saya hanya berjualan produk yang berhubungan dengan usaha suami saya. Di akhir tahun 2011 saya membuka toko herbal online. Selain memasarkan produk milik suami, saya juga bekerjasama dengan beberapa produsen herbal. Ada rasa bangga, bisa menjalin kerjasama langsung dengan mereka. Tapi menurut saya itu belum seberapa, karena setelah itu toko herbal online semakin menjamur. Toko saya sepertinya hanya diramaikan oleh traffick. Untuk omzet, rasanya belum bisa diharapkan.

Di tahun 2012, suami saya mulai concern di bidang pelayanan umroh. Saya ikut menjual jasa umroh via online. Yang saya tawarkan adalah konsep umroh backpacker itikaf. Saya membuat blog sederhana dan memasang iklan di sana-sini. Selama satu tahun blog saya terpajang di internet dan Alhamdulillah banyak yang berminat. Saya senang karena saya juga berharap bisa ikut berangkat bersama-sama rombongan itikaf di haramain selama bulan Ramadhan.  Antusias calon jamaah luar biasa, apalagi ketika mendekati bulan keberangkatan. Karena permintaan jamaah, maka jadwal keberangkatan dibagi dua. Sebagian berangkat di awal Ramadhan untuk program full Ramadhan, dan selebihnya berangkat di pertengahan Ramadhan untuk program Lailatul Qadar. Saya senang, ketika visa masuk dan tiket penerbangan ke Saudi sudah di tangan, saya berpikir inilah hasil kerja keras saya selama satu tahun terakhir. Saya akan berangkat bersama-sama rombongan menuju dua kota suci untuk berumroh dan itikaf di dua masjid haram selama bulan Ramadhan.

Namun, ada sesuatu yang terjadi di luar dugaan.  Perjalanan saya dan rombongan pertama terganggu dengan adanya ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Bukan hanya jamaah, saya pun merasa sangat kecewa.

Ujian berikutnya datang kemudian, yaitu rombongan jamaah yang rencananya berangkat di pertengahan Ramadhan tidak berhasil mendapatkan visa masuk Saudi. Jumlah jamaah yang rencananya berangkat di pertengahan Ramadhan jumlahnya sekitar 2x dari jumlah jamaah di awal Ramadhan. Saya merasa sangat sedih. Tapi juga merasa tenang karena berada di Masjidil Haram kala itu. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Yang ada dalam pikiran saya adalah saya telah gagal. Untuk kesekian kalinya saya gagal mencapai keberhasilan yang diharapkan dari impian saya.

Setelah itu saya bertekad tidak akan lagi berpikir tentang ide-ide apapun. Saya tidak ingin lagi terlalu bersemangat. L

Tapi ada satu hal, blog ini, yang saya buat sekitar 4 tahun yang lalu yang isinya tentang inspirasi berwirausaha masih terus hidup, jumlah pengikut dan trafficnya terus bertambah. Sangat menghibur. Saya tidak menyangka, ternyata tulisan saya ini ada yang membaca. Padahal siapa saya. Saya bukan pakar wirausaha, apalagi praktisi wirausaha yang sukses. Saya juga tidak sedang mendalami ilmu wirausaha di universitas manapun. Sekarang saya hanyalah ibu rumah tangga yang lebih banyak membantu mengelola usaha suami. Membuat saya jadi terharu dan tiba-tiba semangat itu muncul kembali.

Mungkin, yang salah dari saya selama ini adalah karena saya selalu berpindah-pindah bidang saat memutuskan untuk berbisnis. Sejak sekitar 10 tahunan yang lalu suami saya sudah mulai merintis usaha di bidang haji reguler, herbal, dan terakhir difokuskan bidang umroh dan haji khusus. Karena fokus di bidang-bidang tadi, sekarang beliau memiliki wawasan yang luas untuk bidang herbal, umroh dan haji khusus. Sementara saya, terlebih dengan keterbatasan yang ada untuk saat ini, belum memiliki bidang khusus yang bisa saya geluti.

Sekarang, saya hanya ingin berbagi itu saja dulu, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Sekarang saya akan menikmati masa-masa pengabdian sebagai asisten suami. Sambil tetap menjaga semangat mencari inspirasi berwirausaha... :) 

Latar belakang saya adalah sarjana ekonomi di bidang Manajemen. Konsentrasi yang saya ambil saat menyusun skripsi adalah Manajemen...
Haryani Qonita Abidatullah Senin, 09 September 2013