Pertama membuat blog ini adalah saat di mana
saya memulai pengabdian saya sebagai seorang pengajar mata kuliah
Entrepreneurship di sebuah PTS di Kota Kembang. Kampus tempat saya mengajar
memang tidak besar, tapi pengalaman mengajar di sana tidak akan pernah saya
lupakan. Setelah menikah saya merasakan betapa mungkin kesempatan mengajar
seperti dulu tidak lagi mudah saya dapatkan.
Seperti saya ceritakan di setiap tulisan saya,
semenjak menikah fokus saya adalah membantu usaha suami. Terutama untuk masalah
pengelolaan keuangan dan administrasi. Perlahan-lahan saya mencoba juga untuk
ambil bagian di bidang marketingnya.
Dari awal pernikahan sampai sekarang masuk usia
pernikahan yang ke-3 masih sama, hanya saja dulu memang saya lebih concern
untuk urusan keseharian perusahaan. Sementara sekarang, lebih ringan karena sudah
lebih banyak yang membantu. Selain itu, sekarang saya tengah mempersiapkan diri
menjadi seorang ibu. Setelah tahun-tahun penantian, saya bersyukur diberi
kepercayaan yang besar untuk mengandung, melahirkan dan mendidik anak dari
rahim saya sendiri.
Dalam 2 tahun ke belakang, sebagai sampingan, saya
mengelola toko online di bidang herbal dan juga sebuah blog sederhana yang
menawarkan jasa umroh backpacker itikaf Ramadhan. Untuk toko online herbalnya
terpaksa saya tutup karena sudah sepi pengunjung. Saya berjuang membuat toko
itu. Dari yang tidak mengerti apa-apa tentang membuat website, sampai akhirnya
bisa memodifikasi sedikit-sedikit. Sementara blog umroh backpackernya masih
saya close, sampai nanti ada event lagi insyaAllah.
Hufft, bisa dibilang saya sedang mengalami yang
namanya gulung tikar. Lesu....
Tapi saya bersyukur, memiliki blog ini. Setiap
hari ada saja yang berkunjung. Beberapa di antaranya ada juga yang memberi
komentar di artikel yang saya posting. Mereka, para sahabat maya ini menjadi
penghibur dan juga penyemangat bagi saya.
Saat masih kuliah saya memiliki impian untuk
meneruskan studi saya sampai menjadi guru besar di bidang Manajemen. Ketika
mendapat amanah mengajar bidang Entrepreneurship di PTS, saya terus menyusun
strategi agar dapat melanjutkan studi dan memperdalam ilmu Manajemen. Tapi
ketika sudah menikah, saya harus mengutamakan hal lain. Bukan berarti impian
melanjutkan studi itu sirna, masih tetap hidup, tapi mungkin ketika kesempatan
itu datang, saya ingin memprioritaskan bidang ilmu agama, agar saya bisa
mendidik anak-anak saya dengan sempurna.
Blog ini tetap akan saya hidupkan, walaupun
amat jarang saya menulis di sini. Karena pada dasarnya saya menyukai dunia
bisnis.
Saya iri melihat ibu-ibu rumah tangga yang belakangan
ini ramai berjualan aneka macam kebutuhan sehari-hari di media sosial. Sebut saja
di facebook dan komunitas Blackberry. Mulai dari pakaian (pakaian muslimah,
pakaian anak-anak juga pakaian dalam dan lingerie), perlengkapan bayi sampai
pada snack alias makanan ringan ada semua yang menjual. Mereka semua tampil
profesional. Saya tidak bisa seperti itu. Lantaran kemarin ketika memutuskan
membuka toko online pun saya hanya menjual apa yang suami saya jual, jadi tidak
punya modal untuk menjual barang-barang lain.
Tapi semua itu tidak lantas membuat saya
bersedih, sekarang saya akan sedikit berbagi tentang kegiatan usaha yang bisa
menjadi alternatif sebagai lahan sampingan bagi ibu rumah tangga yang tidak
punya banyak kesempatan untuk memasarkan barang/jasa. Sederhana saja, yaitu dengan ber-investasi.
Langkah awal saya dalam memulai kegiatan
investasi adalah dengan menggabungkan sedikit dana yang saya miliki pada usaha
yang dikelola oleh ibu saya. Toko kecil saja, tapi omzetnya alhamdulillah
mengalir terus. Setelah itu saya mencoba keberuntungan dengan me-reseller madu.
Saya hanya membeli, untuk urusan menjual saya serahkan pada orang lain.
Sekarang suami saya melakukan trading forex dan
emas sebagai usaha sampingan. Lumayan juga hasilnya. Saya berpikir untuk
melakukan hal yang sama. Tapi rasanya belum bisa mengejar dana awal untuk
membuka akun sendiri. Mungkin untuk sementara saya nebeng dulu di akun suami.
Jadi profitnya nanti bisa dibagi.
Nah, itu di antara kegiatan usaha yang bisa
jadi pilihan ibu rumah tangga. Selebihnya bisa fokuskan waktu, tenaga dan
pikiran untuk benar-benar mengurus suami dan anak-anak. :)
* Terimakasih untuk para sahabat blogger dan pengguna internet yang sudah bersedia mampir ke blog sederhana ini. Membaca artikel dan juga memberi komentar.
* Terimakasih untuk para sahabat blogger dan pengguna internet yang sudah bersedia mampir ke blog sederhana ini. Membaca artikel dan juga memberi komentar.
Mencari Peluang Penghasilan Tambahan untuk Ibu Rumah Tangga
Selalu suka foto ini, foto yang diambil tahun 2010 Pertama membuat blog ini adalah saat di mana saya memulai pengabdian saya sebagai ...
Haryani Qonita Abidatullah
Rabu, 18 Desember 2013

