Latar belakang saya adalah sarjana
ekonomi di bidang Manajemen. Konsentrasi yang saya ambil saat menyusun skripsi
adalah Manajemen Keuangan. Pertimbangan
saya memilih konsenstasi keuangan bukanlah karena keinginan mendalami ilmunya,
tapi lebih karena saat itu yang memilih konsentrasi tersebut hanya satu-dua
orang saja, sehingga saya merasa tertantang untuk menyajikan sesuatu yang
berbeda.
Kecenderungan saya dalam memilih bidang
keilmuan muncul justru ketika saya sudah menamatkan studi saya. Saya diberi
kesempatan mengajar dan saya memilih untuk mengambil bidang Manajemen
Kewirausahaan. Saya tidak menyadarinya, ternyata saya sangat menyukai ilmu ini,
padahal ketika kuliah saya sempat mencoba langsung menuangkan ide berbisnis kecil-kecilan
dengan kedua orang teman saya. Hanya berjualan kerudung, buku dan makanan
ringan.
Walaupun bakat berdagang saya biasa-biasa
saja, saya mencoba untuk tetap percaya diri. Berwirausaha yang saya lakukan
sejak dulu baru tahap berdagang kecil-kecilan. Sampai saya menikah, saya tetap
membangun impian saya berwirausaha. Tapi via online. Dan saya hanya berjualan
produk yang berhubungan dengan usaha suami saya. Di akhir tahun 2011 saya
membuka toko herbal online. Selain memasarkan produk milik suami, saya juga
bekerjasama dengan beberapa produsen herbal. Ada rasa bangga, bisa menjalin
kerjasama langsung dengan mereka. Tapi menurut saya itu belum seberapa, karena
setelah itu toko herbal online semakin menjamur. Toko saya sepertinya hanya
diramaikan oleh traffick. Untuk omzet, rasanya belum bisa diharapkan.
Di tahun 2012, suami saya mulai concern
di bidang pelayanan umroh. Saya ikut menjual jasa umroh via online. Yang saya
tawarkan adalah konsep umroh backpacker itikaf. Saya membuat blog sederhana dan
memasang iklan di sana-sini. Selama satu tahun blog saya terpajang di internet
dan Alhamdulillah banyak yang berminat. Saya senang karena saya juga berharap
bisa ikut berangkat bersama-sama rombongan itikaf di haramain selama bulan
Ramadhan. Antusias calon jamaah luar
biasa, apalagi ketika mendekati bulan keberangkatan. Karena permintaan jamaah,
maka jadwal keberangkatan dibagi dua. Sebagian berangkat di awal Ramadhan untuk
program full Ramadhan, dan selebihnya berangkat di pertengahan Ramadhan untuk
program Lailatul Qadar. Saya senang, ketika visa masuk dan tiket penerbangan ke
Saudi sudah di tangan, saya berpikir inilah hasil kerja keras saya selama satu
tahun terakhir. Saya akan berangkat bersama-sama rombongan menuju dua kota suci
untuk berumroh dan itikaf di dua masjid haram selama bulan Ramadhan.
Namun, ada sesuatu yang terjadi di luar
dugaan. Perjalanan saya dan rombongan
pertama terganggu dengan adanya ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Bukan
hanya jamaah, saya pun merasa sangat kecewa.
Ujian berikutnya datang kemudian, yaitu rombongan
jamaah yang rencananya berangkat di pertengahan Ramadhan tidak berhasil
mendapatkan visa masuk Saudi. Jumlah jamaah yang rencananya berangkat di
pertengahan Ramadhan jumlahnya sekitar 2x dari jumlah jamaah di awal Ramadhan.
Saya merasa sangat sedih. Tapi juga merasa tenang karena berada di Masjidil
Haram kala itu. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Yang ada dalam pikiran saya
adalah saya telah gagal. Untuk kesekian kalinya saya gagal mencapai
keberhasilan yang diharapkan dari impian saya.
Setelah itu saya bertekad tidak akan lagi
berpikir tentang ide-ide apapun. Saya tidak ingin lagi terlalu bersemangat. L
Tapi ada satu hal, blog ini, yang saya
buat sekitar 4 tahun yang lalu yang isinya tentang inspirasi berwirausaha masih
terus hidup, jumlah pengikut dan trafficnya terus bertambah. Sangat menghibur.
Saya tidak menyangka, ternyata tulisan saya ini ada yang membaca. Padahal siapa
saya. Saya bukan pakar wirausaha, apalagi praktisi wirausaha yang sukses. Saya
juga tidak sedang mendalami ilmu wirausaha di universitas manapun. Sekarang saya
hanyalah ibu rumah tangga yang lebih banyak membantu mengelola usaha suami.
Membuat saya jadi terharu dan tiba-tiba semangat itu muncul kembali.
Mungkin, yang salah dari saya selama ini
adalah karena saya selalu berpindah-pindah bidang saat memutuskan untuk
berbisnis. Sejak sekitar 10 tahunan yang lalu suami saya sudah mulai merintis usaha
di bidang haji reguler, herbal, dan terakhir difokuskan bidang umroh dan haji
khusus. Karena fokus di bidang-bidang tadi, sekarang beliau memiliki wawasan
yang luas untuk bidang herbal, umroh dan haji khusus. Sementara saya, terlebih dengan
keterbatasan yang ada untuk saat ini, belum memiliki bidang khusus yang bisa
saya geluti.
Sekarang, saya hanya ingin berbagi itu saja
dulu, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Sekarang saya akan menikmati masa-masa
pengabdian sebagai asisten suami. Sambil tetap menjaga semangat mencari
inspirasi berwirausaha... :)

trims ya udah mampir,, :)
BalasHapusSangat Menginspirasi ini semakin membuat saya semangat dalam menghadapi profesi saya sebagai seorang wirausaha terimakasih
BalasHapussama-sama, terimakasih kembali karena sudah bersedia mampir ke blog yang sederhana ini... sukses !!! :)
BalasHapus