Inspirasi Wirausaha Muslim

Di blog ini, penulis mengajak sesama Muslim untuk saling berbagi, menginspirasi dan menyemangati dalam meraih cita-cita terutama di bidang wirausaha membangun perekonomian yang sesuai dengan syariat.
Menu
Go! Muslimpreneur

Menghadapi Kegagalan




Latar belakang saya adalah sarjana ekonomi di bidang Manajemen. Konsentrasi yang saya ambil saat menyusun skripsi adalah Manajemen Keuangan.  Pertimbangan saya memilih konsenstasi keuangan bukanlah karena keinginan mendalami ilmunya, tapi lebih karena saat itu yang memilih konsentrasi tersebut hanya satu-dua orang saja, sehingga saya merasa tertantang untuk menyajikan sesuatu yang berbeda.


Kecenderungan saya dalam memilih bidang keilmuan muncul justru ketika saya sudah menamatkan studi saya. Saya diberi kesempatan mengajar dan saya memilih untuk mengambil bidang Manajemen Kewirausahaan. Saya tidak menyadarinya, ternyata saya sangat menyukai ilmu ini, padahal ketika kuliah saya sempat mencoba langsung menuangkan ide berbisnis kecil-kecilan dengan kedua orang teman saya. Hanya berjualan kerudung, buku dan makanan ringan.

Walaupun bakat berdagang saya biasa-biasa saja, saya mencoba untuk tetap percaya diri. Berwirausaha yang saya lakukan sejak dulu baru tahap berdagang kecil-kecilan. Sampai saya menikah, saya tetap membangun impian saya berwirausaha. Tapi via online. Dan saya hanya berjualan produk yang berhubungan dengan usaha suami saya. Di akhir tahun 2011 saya membuka toko herbal online. Selain memasarkan produk milik suami, saya juga bekerjasama dengan beberapa produsen herbal. Ada rasa bangga, bisa menjalin kerjasama langsung dengan mereka. Tapi menurut saya itu belum seberapa, karena setelah itu toko herbal online semakin menjamur. Toko saya sepertinya hanya diramaikan oleh traffick. Untuk omzet, rasanya belum bisa diharapkan.

Di tahun 2012, suami saya mulai concern di bidang pelayanan umroh. Saya ikut menjual jasa umroh via online. Yang saya tawarkan adalah konsep umroh backpacker itikaf. Saya membuat blog sederhana dan memasang iklan di sana-sini. Selama satu tahun blog saya terpajang di internet dan Alhamdulillah banyak yang berminat. Saya senang karena saya juga berharap bisa ikut berangkat bersama-sama rombongan itikaf di haramain selama bulan Ramadhan.  Antusias calon jamaah luar biasa, apalagi ketika mendekati bulan keberangkatan. Karena permintaan jamaah, maka jadwal keberangkatan dibagi dua. Sebagian berangkat di awal Ramadhan untuk program full Ramadhan, dan selebihnya berangkat di pertengahan Ramadhan untuk program Lailatul Qadar. Saya senang, ketika visa masuk dan tiket penerbangan ke Saudi sudah di tangan, saya berpikir inilah hasil kerja keras saya selama satu tahun terakhir. Saya akan berangkat bersama-sama rombongan menuju dua kota suci untuk berumroh dan itikaf di dua masjid haram selama bulan Ramadhan.

Namun, ada sesuatu yang terjadi di luar dugaan.  Perjalanan saya dan rombongan pertama terganggu dengan adanya ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Bukan hanya jamaah, saya pun merasa sangat kecewa.

Ujian berikutnya datang kemudian, yaitu rombongan jamaah yang rencananya berangkat di pertengahan Ramadhan tidak berhasil mendapatkan visa masuk Saudi. Jumlah jamaah yang rencananya berangkat di pertengahan Ramadhan jumlahnya sekitar 2x dari jumlah jamaah di awal Ramadhan. Saya merasa sangat sedih. Tapi juga merasa tenang karena berada di Masjidil Haram kala itu. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Yang ada dalam pikiran saya adalah saya telah gagal. Untuk kesekian kalinya saya gagal mencapai keberhasilan yang diharapkan dari impian saya.

Setelah itu saya bertekad tidak akan lagi berpikir tentang ide-ide apapun. Saya tidak ingin lagi terlalu bersemangat. L

Tapi ada satu hal, blog ini, yang saya buat sekitar 4 tahun yang lalu yang isinya tentang inspirasi berwirausaha masih terus hidup, jumlah pengikut dan trafficnya terus bertambah. Sangat menghibur. Saya tidak menyangka, ternyata tulisan saya ini ada yang membaca. Padahal siapa saya. Saya bukan pakar wirausaha, apalagi praktisi wirausaha yang sukses. Saya juga tidak sedang mendalami ilmu wirausaha di universitas manapun. Sekarang saya hanyalah ibu rumah tangga yang lebih banyak membantu mengelola usaha suami. Membuat saya jadi terharu dan tiba-tiba semangat itu muncul kembali.

Mungkin, yang salah dari saya selama ini adalah karena saya selalu berpindah-pindah bidang saat memutuskan untuk berbisnis. Sejak sekitar 10 tahunan yang lalu suami saya sudah mulai merintis usaha di bidang haji reguler, herbal, dan terakhir difokuskan bidang umroh dan haji khusus. Karena fokus di bidang-bidang tadi, sekarang beliau memiliki wawasan yang luas untuk bidang herbal, umroh dan haji khusus. Sementara saya, terlebih dengan keterbatasan yang ada untuk saat ini, belum memiliki bidang khusus yang bisa saya geluti.

Sekarang, saya hanya ingin berbagi itu saja dulu, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Sekarang saya akan menikmati masa-masa pengabdian sebagai asisten suami. Sambil tetap menjaga semangat mencari inspirasi berwirausaha... :) 

3 komentar

  1. Sangat Menginspirasi ini semakin membuat saya semangat dalam menghadapi profesi saya sebagai seorang wirausaha terimakasih

    BalasHapus
  2. sama-sama, terimakasih kembali karena sudah bersedia mampir ke blog yang sederhana ini... sukses !!! :)

    BalasHapus