Ketika magang di sebuah perusahaan mobil
dari Jerman, saya membayangkan enaknya menjadi pekerja lepas di depan layar komputer
dan menjalin hubungan dengan orang-orang secara online. Kala itu untuk
mendapatkan akses internet di sekolah harus membayar sewa per jam. Koneksinya
lambat, dan berebut. Alhamdulillah ketika magang selama 4 bulan penuh, di
kantor tempat saya magang, saya bisa menikmati fasilitas internet gratis dan
lumayan cepat koneksinya. Walaupun hanya sebatas jam istirahat, karena pada jam
kerja semua komputer digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Saya memang berambisi pada komputer dan
internet. Ketika SMP, saya dengan berbekal nilai Bahasa Inggris 6 di raport, mengambil
les Bahasa Inggris dengan keinginan sendiri. Di saat yang bersamaan saya ingin
sekali les komputer, namun sayang anggaran biaya les dari orangtua hanya untuk
memilih salah satunya saja…
Jadi ketika saya mendapat informasi ada promo
pelatihan internet gratis dari salah satu harian daerah di kota Bogor - tempat
saya bersekolah dulu, saya senang sekali. Dalam pelatihan itu diperkenalkan
istilah-istilah dalam dunia internet, sampai situ saya hanya faham internet
sebagai media membuat email untuk korespondensi, sebagai sarana mencari sesuatu
dan yang meng-asyikkan bagi saya kala itu adalah melalui internet saya bisa
berkomunikasi dengan orang-orang yang belum saya kenal. Di tahun 2002 masih
trend chatting via mIRC dan saya pun mengenal istilah ASL (Age, Sex, Location)
dan GTG (get to go).
Saya termasuk yang paling PD dalam
pelajaran komputer. Saya masuk lab komputer paling pertama dan duduk di bangku
paling depan, dekat dengan guru. Saya tidak ragu-ragu dalam mengoperasikan
komputer, sementara teman-teman kala itu banyak yang tidak berani untuk sekedar
mencoba-coba. Ketika sudah sampai pada praktek mengakses internet, saya senang
bukan main. Apalagi ketika ada tugas untuk menelusuri bahan pelajaran di
internet. Saya merasa tertantang.
Sampai pada saat kuliah internet bagi
saya hanya sebatas sarana untuk mencari informasi yang saya perlukan. Tidak
lebih. Bolak-balik ke warnet untuk mencari tugas kuliah. Dari zaman masih
menggunakan disket sampai punya flashdisk dan MP4. Semua media penyimpanan itu
penuh dengan data hasil pencarian tugas kuliah. Sekali-kali chating dan
email-email-an, hanya itu…
Selepas kuliah, seorang sahabat
mengajarkan saya membuat blog. Mengajak saya belajar berbagi melalui tulisan
sederhana. Ini menarik. Dan dia membantu saya membuat akun facebook. Oh ya,
saya memang kurang gaul saat itu…
Saya belajar menjadi seorang blogger dan
saya promosikan blog sederhana itu pada semua orang yang bisa saya beritahu.
Tanpa malu. Padahal hanya blog sederhana dengan konten sederhana. Blog itu
adalah blog ini…
Saya belum banyak tahu tentang ilmu
blogging, sampai di tahun 2010, setelah menikah dan diberi kesempatan mengakses
internet dengan leluasa, saya mendapatkan ilmu bahwa internet bukan hanya
sekedar email, searching dan chatting.
Bisa mendapatkan uang dari internet…
Ini
yang paling seru, seperti yang saya idam-idamkan sejak kurang lebih 10 tahun
yang lalu, ketika magang di perusahaan mobil Jerman. Duduk di depan komputer
dengan santai, mengotak-atik sedikit dan jreengg,,, kita akan mendapatkan uang
dari internet. Dulu saya tidak mengerti bagaimana caranya.
Pertama membaca aneka penawaran bisnis
online, saya sangat tergiur, dengan hanya bermodal sekian ratus ribu rupiah
bisa dengan cepat mendapatkan keuntungan berkali lipat. Atau dengan membeli
semacam e-book kita akan mendapatkan keuntungan tertentu. Tapi saya bukan orang
yang sanggup menjalankan sistem seperti ini.
Saya pernah larut dalam dua jenis
pekerjaan yang melelahkan ini. Dari sekedar iseng menjadi kecanduan. Saya
belajar mengetik sejak usia SD dengan mesin tik portable milik Ayah saya.
Ketika SMK tidak canggung lagi dalam mengetik, sekalipun mesin tik yang
digunakan lebih besar, yaitu mesin tik manual. Jari-jari akan sakit karena terjepit tuts kalau salah pencet. Saya bersyukur masuk di era digitalisasi canggih, eranya
komputer dan laptop. Dengan komputer dan laptop saya bisa lebih mudah mengasah
kemampuan mengetik. Ketika mengerjakan job mengetik captcha, saya melakukannya
dengan serius tapi santai karena saya sudah terbiasa mengetik. Tapi keseriusan
itu menyita waktu istirahat saya, dan hasilnya pun tidak seberapa. Akhirnya
saya putuskan untuk meninggalkan pekerjaan ini, juga dengan pekerjaan mengisi
survey. Saya pikir saya harus melakukan sesuatu yang lebih besar dari sekedar
mengetik captcha dan mengerjakan survey. J
Mengelola Toko Online
Saya ingat, kata suami saya, dari 10
orang shahabat Nabi SAW yang dijanjikan surga 9 orang di antaranya adalah
pedagang dan hanya 1 orang yang menjadi alim ulama, yaitu Ali bin Abi Thalib
ra.
Abu Bakar ra, Utsman bin Affan ra, Abdurrahman bin Auf ra adalah di antara sahabat Nabi SAW yang dijanjikan surga dan mereka berprofesi sebagai pedagang. Bagaimana Abu Bakar sering membebaskan budak dari hartanya sendiri. Dan yang paling diingat dalam sejarah adalah upaya Abu Bakar ra dalam pembebasan Bilal bin Rabah ra dari majikannya Umayyah bin Khalaf. Juga ketika dalam suatu peperangan, Umar akan menyerahkan separuh dari hartanya untuk digunakan di jalan Allah dengan maksud menyamai Abu Bakar dalam hal berinfaq. Namun ternyata Abu Bakar ra telah lebih dulu menyerahkan seluruh hartanya untuk digunakan di jalan Allah.
Abu Bakar ra, Utsman bin Affan ra, Abdurrahman bin Auf ra adalah di antara sahabat Nabi SAW yang dijanjikan surga dan mereka berprofesi sebagai pedagang. Bagaimana Abu Bakar sering membebaskan budak dari hartanya sendiri. Dan yang paling diingat dalam sejarah adalah upaya Abu Bakar ra dalam pembebasan Bilal bin Rabah ra dari majikannya Umayyah bin Khalaf. Juga ketika dalam suatu peperangan, Umar akan menyerahkan separuh dari hartanya untuk digunakan di jalan Allah dengan maksud menyamai Abu Bakar dalam hal berinfaq. Namun ternyata Abu Bakar ra telah lebih dulu menyerahkan seluruh hartanya untuk digunakan di jalan Allah.
Pun begitu dengan Utsman bin Affan ra dan
Abdurrahman bin Auf ra yang keduanya adalah pedagang. Utsman bin Affan ra telah membeli
sumur kehidupan bagi kaum Muslim di Madinah dan menginfakkan hartanya untuk
Kaum Muslimin di perang Tabuk. Abdurrahman bin Auf menyedekahkan 700 ekor unta
beserta seluruh muatannya untuk Kaum Muslimin. Mereka semua adalah sosok
hartawan dan dermawan. Mereka adalah pedagang….
Ketika kembali mengingat kisah-kisah
tersebut, saya kembali memusatkan pikiran untuk berjualan seperti semula. Tapi
bukan sekedar berjualan secara konvensional. Saya akan menggunakan fasilitas
internet secara penuh. Ini bukan hal yang baru di tahun-tahun belakangan.
Mungkin saja saya termasuk orang yang terlambat mengetahuinya. Tapi saya rasa
masih perlu dicoba dan ditekuni.
Mempromosikan barang dagangan di
internet. Istilahnya internet marketing. Mungkin tidak sesederhana itu
penjelasan mengenai internet marketing. Saya hanya menyimpulkan dari apa yang
saya lakukan. Banyak cara. Awalnya saya tidak PD memperkenalkan dagangan di
facebook. Saya terpusat pada website pribadi dan maksimalisasi situs jual beli
yang ada. Saya membeli e-book sederhana mengenai internet marketing. Untuk
mendukung pengembangan internet marketing yang saya jalankan.
Saat duduk di bangku kuliah, saya hanya
tahu internet marketing adalah memasarkan produk/jasa di internet. Just it.
Tanpa pernah tahu aplikasinya seperti apa…
Saya pun awalnya sekedar menggunakan blog
sebagai sarana menulis artikel-artikel sederhana yang sifatnya pribadi. Saya senang
ketika melihat statistik blog ada pengunjung yang berasal dari luar Indonesia.
Saking senangnya saya berharap bisa membeli domain pribadi. Akhirnya saya
menggunakan domain pribadi untuk sebuah blog sederhana. Saya masih belum PD.
Padahal yang merespon sudah cukup banyak, dari teman-teman dan sesama blogger
yang sekedar blogwalking.
Di saat yang sama saya membuat blog
sederhana untuk berjualan. Sangat-sangat sederhana dengan domain gratisan. Tapi
rezeki tidak kemana, dengan blog sesimpel itu toko saya mendapatkan peng-laris. Satu, dua, tiga orang pembeli.
Terus bertambah walaupun intensitas pengunjung toko sangat sedikit. Baru kemudian
di penghujung tahun 2011 saya memutuskan membuat website dengan desain seperti
layaknya toko online. Saya sempat hendak menggunakan jasa seseorang dalam
men-design web. Tapi hasilnya kurang memuaskan. Kemudian dengan semangat dan
dorongan dari suami saya mencari tips-tips hingga mengetahui beberapa ilmu dasar dalam pengembangan website. Sampai
akhirnya jadilah website toko herbal yang saya kelola hingga saat ini, www.grosirherbalsunnah.com.
Website saya yang satu ini di link ke
beberapa web directori dan mesin pencari. Juga di link ke situs pemeringkatan
agar mudah mengetahui posisi website secara global. Saya sempat girang ketika
website saya masuk ke urutan 7 jutaan. Saya sendiri keheranan, karena merasa
tidak menguasai banyak ilmu blogging. Pembeli datang dan memesan beberapa
produk. Masalah keuntungan saya tidak terlalu memikirkan, karena saya ingin di
awal saya mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Setelah statistic web mencapai
angka 10 juta-an, saya bertambah senang. Padahal semakin hari saya semakin
mengurangi barang dagangan saya, karena saya ingin lebih spesifik dalam
menjual. Saya hanya akan menjual produk-produk yang saya sudah menjalin
kerjasama dengan produsennya. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada yang
pesan produk milik produsen lain akan saya carikan.
Yang wajib selalu dilakukan oleh pemilik
toko online tentu saja online tidak hanya sekedar mengecek tokonya, tetapi juga
eksis di layanan chating seperti Yahoo Messanger atau akun jejaring sosial
seperti facebook. Ini akan memudahkan konsumen bertanya mengenai produk mulai
dari kesediaan barang dan spesifikasi produk lebih lanjut.
Saya belakangan baru tahu bahwa di tahun 2013
internet marketing akan menjadi booming. Yang saya amati memang sejak tahun
2011 sudah bermunculan para penjual yang menjajakan barang dagangannya di internet.
Pakaian, aksesoris, gadget, peralatan elektronik kantor dan rumah tangga,
obat-obatan, herbal, buku, sepatu, jasa pembuatan website, jasa terjemah bahasa
asing, sampai barang-barang kecil seperti keset dan lap pel juga dijual secara
online.
Saya termasuk yang beruntung bisa nyelip
di urutan teratas mesin pencari google untuk website www.grosirherbalsunnah.com dengan
keyword “Hulbah”, herbal booster ASI. Juga berada di page pertama untuk blog http://backpacker-umroh.blogpsot.com
dengan keyword “Umroh Backpacker”. Sekarang toko online sudah semakin menjamur.
Saya iri melihat orang-orang yang sudah lebih dulu mengenal dan mengaplikasikan
internet marketing sejak tahun 2007 atau 2008 atau 2009. Tenggang waktu lebih
dari 3 tahun dengan kekuatan promosi yang kontinu akan memudahkan toko online
masuk ke urutan teratas mesin pencari untuk kata kunci tertentu.
Tapi saya harus tetap optimis. Saya yakin
setiap orang punya jalan rejekinya masing-masing. Saya akan terus melangkah.
Karena saya merasa saya sudah menemukan dunia saya. Suatu saat terjadi kiamat
teknologi, mungkin saja, tapi untuk saat ini saya akan terus mengembangkan
minat saya ini. Saya yakin masih ada peluang. Bagaimana dengan Anda?

Iya mas, bisnis online memang sebuah bisnis nyata. :)
BalasHapusAduh gan rame banget pengunjungnya ane baru nie. Kalau sempat komentar diblog sederhana ane. Salam http://editingseo.blogspot.com
BalasHapusterimakasih kunjungannya :)
BalasHapus