Inspirasi Wirausaha Muslim

Di blog ini, penulis mengajak sesama Muslim untuk saling berbagi, menginspirasi dan menyemangati dalam meraih cita-cita terutama di bidang wirausaha membangun perekonomian yang sesuai dengan syariat.
Menu
Go! Muslimpreneur

Mengawali Bisnis dengan Sesuatu yang Ada di Sekitar Kita



Beberapa orang mengawali bisnisnya dari sekedar hobi. Lama kelamaan menjadi sumber penghasilan. Hobi berkreasi membuat kue, Rosidah Widya Utami, kini sukses mengembangkan bisnis pembuatan donat dengan brand Donat Kampung Utami (DKU). Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta. Usaha ini, diawali dari bisnis skala kecil-kecilan di Jombang, Jawa Timur. Utami pertama kali merintis bisnis tahun 2001. Sebagai jajanan kampung, saat itu donatnya dijual dengan harga Rp 500 per buah.

Ia memulai dengan peralatan rumah tangga seadanya dan menitipkan donatnya ke sekolah-sekolah. Berkat kegigihannya membesarkan usaha, kini donat Utami sudah dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, donatnya sudah kesohor hingga ke luar negeri. Tentu bukan lagi jajanan kampung, donat buatan Utami kini masuk kategori premium. Rasanya tak kalah dengan donat kelas mal dengan harga lebih terjangkau, Rp 4000 per buah. (www.peluangusaha.kontan.co.id , 04/09/12).

Berawal dari hobi menjahit serta membuat sendiri pakaian untuk anak-anaknya, Fina, pemilik usaha kerajinan kain berupa pernak-pernik rumah dengan merek De Fafas berhasil mengembangkan usaha kecil-kecilannya menjadi bisnis dengan 11 orang karyawan serta keuntungan hingga 80 juta rupiah per bulan (www.usahakecilmodalkecil.com, 21/06/12).

Selain dari hobi, ada juga yang memulai bisnis dengan memilih suatu bidang bisnis karena diawali desakan kebutuhan. Salah satu pembuat susu instan dari kambing PE adalah kelompok wanita tani  “Anjani” Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Ketua kelompok wanita tani “Anjani”, B Suwarti (41), mengisahkan bahwa memelihara kambing PE sudah bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tlogoguwo sejak puluhan tahun silam secara turun temurun dari nenek moyangnya.

Memelihara kambing PE awalnya hanya untuk diambil anaknya sebagai bibit untuk dijual. Disamping itu untuk dimanfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik. Dengan semakin tingginya permintaan kambing PE dan pupuk organik, masyarakat setempat yang memlihara kambing PE bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Seiring perkembangan teknologi yang diimbangi peningkatan kebutuhan hidup masyarakat, munculah ide baru untuk memanfatkan susunya sebagai konsumsi manusia. Dikisahkan, saat itu sekitar tahun 1986 keluarganya didera masalah keuangan rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari sangat sulit, apalagi membeli susu untuk kedua anaknya. Padahal saat itu kedua anaknya masih balita, yang mebutuhkan susu untuk pertumbuhan.

Berawal hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga sendiri, kemudian berkembang pemikiran apa salahnya bila diproduksi untuk orang lain, sekaligus sebagai lahan bisnis menambah pengasilan keluarga. Akhirnya sekitar tahun 2006, diproduksi dengan skala lebih besar (www.purworejokab.go.id, 05/03/12).

Dan beberapa kisah sukses wirausaha lain berangkat dari latar belakang yang berbeda-beda. Hobi yang ditekuni bisa mengantarkan seseorang meraih kematangan usaha. Desakan kebutuhan sehari-hari bisa menjadi pendorong seseorang memanfaatkan hal-hal yang ada di sekitarnya, kemudian menjadi barang yang bernilai jual.

Membuka usaha sendiri atau menjadi pekerja adalah sebuah pilihan. Ketika telah memilih untuk berwirausaha, cobalah untuk melihat peluang di sekitar kita. Pergunakan sesuatu yang ada di sekitar kita, tidak terbatas pada modal berupa materi. 

Akan terasa sangat sulit jika mencoba menganalisa kebutuhan pasar dengan berbekal teori semata. Memang betul, bisnis itu, ilmu yang dikombinasi dengan seni, tidak saklek, tapi fleksibel. Yang baku hanya prinsipnya, bagi seorang Muslim, wajib menundukkan segalanya kepada hukum Islam.







10 komentar

  1. banyak orang dari daerah datang ke kota mencari penghasilan tapi tidak sadar di daerahnya ada banyak potensi yang bisa membuat dia jadi pengusaha kaya.

    BalasHapus
  2. postingan tentang mengawali bisnis dengan sesuatu yang ada disekitar kita... Sangat menarik untuk dibaca, Saya suka mengunjungi blog ini.

    BalasHapus
  3. postingan tentang mengawali bisnis dengan sesuatu yang disekitar kita... Sangat menarik untuk dibaca, Saya suka mengunjungi blog ini.

    BalasHapus
  4. Bingungnya adalah dengan apa dan harus bagaimana

    BalasHapus
  5. saya pengusaha baru yang merintis usaha saya,per hari hanya mendapat 3000perak apa yang harus saya lakukan,padahal saya mengambil keuntungan amat sangat minim,namun kok susah sekali rasanya

    BalasHapus
  6. terimakasih sudah berkunjung, semoga blognya bisa semakin bermanfaat...

    BalasHapus
  7. bos blognya kok g aktif lg?
    kalo mau sini saya kelola bos..hehe
    salam sukses

    BalasHapus
  8. hehe, sedang fokus ke urusan lain nich, trims ya sudah mau berkunjung ke blog sederhana ini :)

    BalasHapus
  9. Membuka usaha sendiri atau menjadi pekerja adalah sebuah pilihan. Kalau memilih menjadi pekerja dulu sebagai bekal berwirausaha? hehe :)

    http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2014/11/18/kreatif-startup-digital-itu-adalah-bagaimana-dhezign-dimulai-687225.html

    BalasHapus